Kamis, 08 September 2011

Cerita SMA bag 1

First, bagian I. bagian ini akan saya jelaskan mengenai “introduction boarding school”.

Starting point kita adalah pengalaman pertama masuk asrama. Langsung aje ye, gw orangnya gak mau bertele-tele. Ehmm,.. Kate orang yee di pesantren itu ketat, disipilin, dan kerjaannye cuma ngehafal, ngaji, belajar hadits, dll. Faktanya TIDAAAAK,.. hoho.
Di pesantren kita malah lebih banyak. Jadwalnye mulai 30 menit sebelum subuh kudu bangun tuk qiyamul layl (kalau bangun c). Terus lanjut shalat subuh, al-ma’tsurat, dan habis itu ngaji. Jadwal ngajinya beda-beda dan terstruktur, jadi tiap dua hari sekali ada terjemah al-qur’an secara lafzhiyah JUS 1-2, menghafal jus 30-29, dan tajwid al-qur’an. Durasinya cukup 30-45 menit tuk ngajinye. Trus lanjut mandi dan persiapan berangkat sekolah. Jam 06.15 dapur udah buka, dan saatnya tuk makaaan. (Eits, jangan lupa antri yak…). jam 07.15 kita masuk sekolah, dan di sekolah kami tidak ada tiang bendera (nah lo). jadi tiap hari senin ada “upacara tanpa bendera” (jangan anggep ini nii ya). Kami pulang sekolah jam 14.30 (pokoknya sebelum ashar-lah) kemudian dilanjutkan sholat ashr. Dan dzikir sore hari, dan istirahat sampai jam 16.30 atau jam 16.45. Setelah itu mandi dan pergi ke masjid tuk ngaji secara pribadi. Selesainya sholat maghrib kita ngaji lagi, tapi ngaji kitab hadits riyadhus shalihin, bulughul umaram, dan tafsir al-qur’an. Dan itu terbagi menjadi tiga bagian, yang masing-masing mendapatkan jatah dua hari dan tuk durasinya sampai isya’. Setelah isya kita belajar, ada yang ngerjain Pe-Er (khususon yang rajin, yang gak rajin tidur dah). Jam 22.00 wajib tidur.
Selesai juga akhirnya pendahuluan ini. Hufftt… keringetan. Nyruput kopi sek ahh...

Minggu, 04 September 2011

Sebuah Motivasi

Sebuah sejarah terukir dikarenakan ada seorang tokoh yang memulai. Peristiwa demi peristiwa mulai berjalan sesuai kehendak illahi, apakah kelam ataupun bahagia semua tertulis dalam sebuah kitab (lauh mahfudz). Sifat dan perilaku sang tokoh selalu menjadi perhatian yang barangkali selalu terniang hingga akhir masa.

Bermula dari sebuah cita-cita, angan dan mimpi. Semua hadir menjadi satu kesatuan dalam diri tuk menjadi yang terbaik demi meraih keinginan. Hadirnya mimpi menjadi pelecut asa dalam jiwa, namun seiring berjalannya waktu, angan ini terasa semakin menjauh dari harapan.

Pribadi manusia selalu diliputi oleh banyak keinginan, akan tetapi kekuatan fisik dan pikiran-lah yang membatasi. Akhir sebuah mimpi adalah ketika tubuh dan harapan tlah sirna. Saat tubuh tak kuat menyangga, tapi harapan masih ada maka semua akan hadir menyaksikan. Sebuah bukti bahwa harapan adalah kunci atas segala keniscayaan.

Sering berandai-andai juga merupakan penyebab kegagalan. Bertindaklah sewajarnya, tak usah terlalu memaksa diri tuk berbuat yang memang bukan bidang yang kita kuasai.

Pernahkah kita iri dengan perbuatan atau keberhasilan orang lain??? Dalam benak kita mungkin pernah merasakan demikian. Dan menurut saya itu adalah suatu keharusan, tuk memberikan sebuah motivasi dalam bekerja ataupun belajar.

Rasa kecewa dan marah ingin kita luapkan, tapi buat apa. Rasanya tidak ada pekerjaan lain yang lebih bermanfaat. Maka pesan saya adalah manfaatkan waktu anda, karena penyesalan selalu hadir diakhir waktu. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu karena waktu adalah pedang dan juga uang bagi manusia yang cerdas.