Kamis, 05 April 2018

Hidayah

Sesungguhnya hidayah adalah dari Allah. Sebagaimanapun kita berusaha mengubah seseorang, jika Allah belum mengizinkan. Tentu saja hal tersebut mustahil dilakukan. Namun dengan begitu tidak pula membuat kita membiarkan dan tak berusaha mengubah seseorang menjadi lebih baik. 

Sungguh Allah adalah sang pemilik kunci, jika diri kita diberi kunci tersebut dan membiarkan kita membuka pintu tersebut. Maka kita pasti bisa merubah orang tersebut, dan hidayah itu akan terbuka. 

Namun jika kita tidak diberi izin, maka bisa jadi kunci tersebut dibawa oleh orang lain. Dan orang itulah yang akan membuka pintu hidayah itu. Bukan kita lah yg ditakdirkan untuk membuka atau mengetuk pintu hati. 

Hati yang Tenang

Malam ini sepertinya Allah sedang berbisik pelan...
Mari kita kembali menulis, walaupun ditemani oleh ruam - ruam warna merah yang sangat gatal di tubuh ini. Gak tau kapan selesai nya, kadang gemes juga sama gatelnya yang kayak jalan pindah kesana kemari. 

Bek 2 topik....
Kita tau bahwa iman dan ibadah kita tidaklah selalu ada diatas, semua berjalan secara fluktuatif. Walaupun kita diperintahkan selalu memperbaiki diri setiap hari, "Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin". Ahh tetap saja saya sebagai manusia yang terlalu sangat biasa ini sangat sulit melakukannya. Senasib gak ? moga ae gak

Dan betul sekali Allah terkadang memberikan ujian supaya hambanya kembali pada-Nya. Beberapa hari ini saya berpikir caranya memecahkan telur. Telur yang bisa menjadi lezat dan indah, sempurna. Memang sudah saatnya memperbaiki ibadah yg mulai loyo. Saya tau kadang terbangun di tengah malam dan itu terjadi di tiap malam. Dari sebab itu saya berpikir, Allah mungkin sedang berbisik “Datanglah padaKU, Mendekatlah padaKU, apa saja dosamu, apa saja permintaan mu, akan ku kabulkan”. 

Kadang hanya dengan mendekat padaNYA saja sudah cukup membuat hati ini tenang. Walaupun permintaan itu belum dikabulkan, tapi kita yakin mungkin ada jalan lain yang telah Allah persiapkan. Dan diantara yg membuat hati ini tenang adalah, tenanglah ada Allah di sisi ku, ada Allah di setiap langkah mu, tinggal kau mau mendekat atau tidak.

Minggu, 25 Maret 2018

Antara Permainan Lego ; Tujuan, Harapan dan Cita - Cita dalam Pernikahan

Pernahkah kalian bermain Lego ?

Jika pernah, maka pasti pernah mengalami kesulitan dalam menerjemahkan khayalan kita ke dalam dunia nyata. Bayangan itu terasa nyata dan mudah didalam benak, tapi ketika menyusun satu per satu kepigan Lego, pasti mendapatkan kesulitan.

Dan ketika kepingan Lego telah habis atau tidak ada yang dapat dipilih, pernah mencoba menghancurkan kepingan Lego lain untuk disesuaikan dengan kebutuhan lain?

hmm, baiklah… Terkadang seperti itulah kita

Menyisakan kepingan tak berguna dan meninggalkannya di belakang. Dan kita berkorban dengan menghancurkan kepingan itu, padahal belum tentu kita tau… apakah suatu saat kita akan memerlukannya kembali.

Pilihannya adalah, berkorban dengan memotong kepingan itu, ataukah tetap menggunakan kepingan itu walaupun hasilnya tidak sesuai mimpi.

Pada akhirnya kita takkan tau, akankah bangunan Lego tersebut tetap dilanjutkan sesuai mimpi itu ataukah malah menjadi bangunan lain yang tetap indah bagi kita berdua.

Diri kita hari ini adalah hasil dari ribuan keping sikap dan sifat yang dijadikan satu. Dan jika waktu kita tlah tiba, sudah saatnya kita akan menambah atau mengurangi kepingan itu dan kembali menyesuaikan kepingan tersebut. Tinggal menunggu sang waktu yang kan menemukan jalan pulang. #dft