Secara etimologi indhibath berasal dari kata dhobth yang berarti komitmen dengan sesuatu. Ustadz Fathi Yakan memberikan definisi al-indhibath dengan komitmen kepada Islam dan hukum-hukumnya serta menjadikannya sebagai poros kehidupan, pijakan berfikir, dan sumber hukum dari setiap permasalahan. Ada beberapa kisah mengenai AL-Indhibath. Diantaranya adalah tentang seekor semut.
Konon bila ada seekor semut berjalan berputar-putar atau zigzag, maka artinya ia memang sedang bertugas mencari bahan makanan bagi kaumya. Bila menemukan sepotong daging kembang gula atau objek lainnya, di jamin ia tak akan menghabiskannya atau mengangkatnya sendirian. Ia akan berputar-putar sejenak untuk mengukur dan menghitung berapa pasukan semut yang diperlukan. Pulang ke sarang ia berjalan lurus dengan melepaskan asam melalui ekornya yang akan menjadi garis navigasi bagi para pekerja yang akan melaluinya dengan disiplin. Coba-cobalah meletakkan sekeping cokelat atau gula di tepi garis asam semut itu, mereka tetap takkan tergoda. Demikian akurat semut menggunakan institusinya yang mengajarkan manusia kapan musim hujan dan kapan musim kemarau akan datang, demikian pula disiplin mereka. Menimbun logistik untuk musim yang lebih panjang dari usia mereka, tetapi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan kaum dan bangsa.