Alunan nada kehidupan dunia. seperti petikkan senar gitar, harmonisnya suara cello dan biola, dentuman suara drum, kreatifnya permainan piano dan keindahan suara vokal. sebuah kerjasama yang apik, antara beberapa alat musik yang berbeda tapi dapat menghasilkan suatu keindahan. seperti itulah kita sebagai manusia. kita harus bisa bekerjasama dengan berbagai macam sifat manusia, dan menjadikan perbedaan itu semakin indah.pada dasarnya semua itu hanya bisa dilakukan melalui sarana latihan rutin, pengertian antar saudara, kesabaran dalam menjalani segala ujian, pantang menyerah apabila badai besar menghadang, memberi semangat seperti air yang selalu memberi kesegaran kepada semua orang, dan layaknya semilirnya angin yang memberikan nuansa-nuansa santai dan rilex, saling membantu apabila ada saudara kita yang membutuhkan bantuan kita,apabila dia melalkukan kekhilafan bukannya malah kita marahi atau jauhi dia, karena itu malah akan menghancurkan mentalnya, tapi marilah kita beri dia nasehat, dan menyadarkan dia atas perilakunya kemudian memberikan motivasi-motivasi agar dia bisa semakin berkembang dan maju. Ingatlah "Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha" Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya atau kesanggupannya.
Selain itu manusia juga bisa diibaratkan batu bata. batu bata yang baik adalah yang kuat dan siap menjadi bahan bangunan yang kokoh dan indah. ia siap dipasang dimana saja, terserah dari sang arsitek atau pemborong hendak meletakkan dia dimana saja. ada suatu filosofi batu bata yakni :
1. Memilih Bahan Yang Tepat,
maksudnya adalah, dalam suatu agenda dakwah, kita tidak bisa memilih seseorang yang dalam aqidah atau keislamannya belum sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits. makadari itu perlunya sikap selektif dalam penentuan kader-kader dakwah pada fase-fase awal.
2. Melakukan Kualifikasi Yang Tepat,
seperti batu bata, kita harus selektif dalam memilih tanah yang kondisi dan keadaannya cocok dalam pembuatan batu bata. sehingga dalam proses pembakaran dan penggunaan di bangunan tidak hancur dan roboh.Demikian juga dengan manusia.
3. Memproses Dengan Akurat
Pengertian ini bermaksud dalam pengelolaan kader dakwah, haruslah melalui step-step dakwah yang seharusnya dilalui. Marhalah-marhalah Dakwah :
Setiap dakwah mestilah melalui tiga marhalah:
1. Marhalah ad-Di'ayah (at-Ta'rif): Marhalah propaganda, memperkenalkan, menggambarkan fikrah dan menyampaikan kepada orang ramai di setiap lapisan masyarakat.
2. Marhalah at-Takwin: Marhalah pembentukan, memilih para pendokong, menyiapkan angkatan tentera, pendakwah dan jihad erta mendidik mereka. Mereka dipilih dari golongan yang telah menyambut seruan dakwah.
3. Marhalah Tanfiz: Marhalah pelaksanaan, beramal, berusaha untuk mencapai tujuan.
Selalunya ketiga-tiga marhalah ini berjalan berseiring dan diselaraskan memandangkan bahwa kesatuan dan kekuatan dakwah adalah bergantung kepada percantuman di antara satu dengan seluruhnya. Oleh itu para pendokong dakwah di dalam berdakwah, mestilah memilih dan membentuk dan di waktu yang sama dia beramal dan melaksanakan apa yang boleh dilaksanakan.
Tidak mungkin lahir ke alam nyata satu marhalah dari marhalah-marhalah itu dalam bentuk yang sempurna kecuali menurut tertib susunan itu. Tidak mungkin sempurna pembentukan ini tanpa pengenalan makrifah dan pengenalan yang sahih dan benar.
Tidak mungkin lengkap satu pelaksanaan yang sempurna tanpa pembentukan dasar pendidikan yang sempurna.
Dakwah Islam yang pertama di zaman Rasulullah s.a.w. telah melalui tiga peringkat ini.
4. Membakar Dengan Panas Yang Pas
Maksudnya adalah, dalam sistem kaderisasi... penggodokkan kader sebisanya kita pengertian terhadap kader dan bisa memahami karakter dan sifat kader, akan tetapi yang dimakdud pengertian disini adalah kita dapat menyesuaikan diri dengan keadaan kader yang mungkin sedang dilanda musibah dll. Sehingga kita tidak dianggap sebagai angin lalu, melainkan kita dapat dijadikan angin segar dalam kehidupannya.
5. Penempatan Yang Sesuai
Sebuah bata haruslah diletakkan pada tempatnya, agar bangunan itu kokoh dan kuat dalam menjaga penghuni rumah. Misalkan dari terpaan angin, hujan, dan panasnya terik matahari. Dalam ilmu Psikologi, kita dapat mengibaratkan kader disini sebagai ujung tombak yang siap dihunuskan. Maka dari itu setiap insan mempunyai karakter yang berbeda dalm perjalanannya. Itulah tugas kita sebagai seorang pemimpin harus bisa menfsirkan kekuatan seorang kader.
6. Tidak Menonjolkan Batu Batanya
Dalam segi keindahan, apabila kita terlalu menonjolkan batu bata, maka akan terlihat jelek dan kurang rapi. Sehingga kita sebagai seoarang muslim, yang mempunyai intergritas tinggi dan semangat dalam memperjuangkan islam yang kuat, tidak bisa membiarkan saudara kita berjuang sendiri. Karena dakwah ini tidak dapat kita arungi sendirian, tetapi memerlukan amal jama’i.
Semua nilai perjuangan pada hari kemarin. Akan indah pada masanya.. Ketika tantangan dakwah masih menggelayut disekitar kita, tatkala keadilan belum ditegakkan, sementara harapan masih ada..
Mari kita songsong kebangkitan umat menuju kemenangan di puncak tertinggi peradaban dunia bersama Al-Islam.
Allahu Akbar






Tidak ada komentar:
Posting Komentar