Rabu, 21 Oktober 2015

Perjalanan Haji Part 1 : Prolog

Labaikkallah humma labbaik, labbaik kala syarikala kala baik, innalhamda wa ni’mata laka wal mulk la syarikalak.
Allahumma sholi ala sayidina muhammad wa ala ali sayidina muhammad.
Allahumma inna asluka ridloka wal jannata, wa na udzubika min sakhotika wan naar.
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzabannar.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Begitulah, kalimat dzikir nan indah tersebut terus terucap. Perjalanan 5 jam dari Bandara International King Abdul Aziz Jeddah hingga sampai di maktab (hotel) Makkah al Mukarramah. Berangkat dari rumah tanggal 6 September, dan singgah satu hari di asrama haji sukolilo surabaya. Dilanjutkan tanggal 7 pemberangkatan ke Saudi Arabia.

Akan kami ceritakan kepada anda sekalian para pembaca budiman, perjalanan religi luar biasa yaitu Pergi Haji Tahun 2015 M / 1436 H  Kloter SUB 38, Gelombang Kedua. Tujuan saya menulis ini adalah yang pertama sebagai pembelajaran dan catatan pribadi saya, agar nantinya ketika kelak akan beribadah haji (lagi) bisa membaca literatur ini. Dan yang kedua adalah, jarangnya saya mencari literatur yang pas dan runut dari awal hingga akhir perjalanan haji. Walaupun setiap jamaah haji tidaklah sama pengalamannya, namun saya berharap sedikit tulisan ini bisa berarti.

Pada saat saya berangkat Haji umur saya adalah 25 tahun, cukup terbilang muda karena mayoritas jamaah haji indonesia adalah yang berumur lanjut. Pada kesempatan ini Alhamdulillah, Allah sekali lagi memberikan rezeki yang luar biasa kepada kedua orang tua saya, dimana merekalah yang membiayai semua keberangkatan saya. Semoga Allah membalas segala kebaikan mereka di dunia dan di akhirat kelak, Aaamiiinn.

Sebelum pemberangkatan alangkah lebih baik semua persiapan telah dilakukan. Semua jamaah haji Indonesia dibekali dengan 3 buah tas yaitu, Tas Koper Besar, Tas Tentengan, dan Tas Passport Kecil. Untuk tas lain biasanya diberikan oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). Dan untuk diketahui dibagian luar tas tersebut ada sponsor dari pihak penerbangan yang akan membawa kita pulang pergi saudi - indonesia. Jika bertuliskan SAUDIA maka perjalanan PP kita akan ditemani Saudi Arabia Airlines, jika Garuda Indonesia maka perjalanan PP kita ditemani Garuda Indonesia Airlines.

Untuk perkiraan barang – barang ini dipakai ketika musim Haji terjadi pada saat musim panas di Saudi, jika terjadi pada musim dingin maka perlu ditambahkan jaket dll. Untuk itu, perlu ketika kita akan berangkat mencari informasi perkiraan musim dan suhu di saudi arabia. Barang – barang bawaan yang akan dibawa untuk laki laki adalah sebagai berikut,

Sarung, baju taqwa (koko, atau gamis), celana putih (kalau bisa yang warna terang/ putih), celana hitam (untuk kegiatan resmi), Baju Batik Nasional, Kain Ihram (2 helai diletakkan di tas tentengan, jika begitu sampai bandara langsung dilanjutkan melaksanakan Umrotul Islam), sabuk besar (biasanya berwarna hijau/ putih untuk ihram), kaos dalam, celana dalam, kaos biasa, handuk, kacamata hitam, masker, sandal cadangan, Tali Tampar dan paku 2 buah, Magic Com dengan ukuran kecil dan barang2 lain yang bapak ibu kira bisa tambahkan.

Untuk peralatan dan barang lain yang akan sebutkan dibawah ini, sebetulnya bisa bapak ibu beli ketika di tanah suci tapi kebanyakan jamaah haji membawa barang-barang ini ketika dari rumah, diantaranya adalah : Piring gelas dan sendok melamin, kabel rol (kalau bisa yang kabelnya besar, karena tegangan listrik di Saudi sangat besar), mie instan, energen, kopi, gula, kecap/ saus, beras 3,5 kg, detergent, alat-alat mandi (sabun yang tidak wangi (2buah), shampoo sachet-an, pasta gigi, sikat gigi, dll). Perlu diketahui, bahwa citarasa antara produk indonesia dan dan saudi sangatlah berbeda, jika ingin aman bawalah dari indonesia saja. Lalu colokan listrik di Saudi menggunakan colokan 2 seperti indonesia, kalaupun ada yang memakai colokan 3 masih bisa digunakan dengan colokan 2.
Berikutnya adalah obat-obatan yang dibawa. Pada dasarnya obat yang dibawa adalah obat yang bapak / ibu biasa pakai dirumah, dan untuk itu bapak ibu bisa bertanya ke dokter/ puskesmas setempat pada saat pemeriksaan kesehatan. Bertanyalah obat yang baik untuk Demam, Flu/ pilek, Sakit Gigi, Obat Pusing, Obat Diare, dan Obat Maag. Kemudian catat dan belilah sesuai dengan resep dari dokter/ petugas puskesmas.

Untuk peralatan komunikasi jika HP anda bisa menggunakan internet/ smartphone, maka belilah kartu di saudi dengan nama “Zain”. Kuotanya adalah 10 gb selama 3 bulan, dengan harga saat ini 120 riyal. Kalau bagi anda terlalu mahal, bisa urunan dengan teman-teman sekamar. Misal teman sekamar anda 5 orang, maka tiap orang hanya membayar 24 Riyal. Kemudian setting di smartphone android anda dengan menggunakan Wi-Fi Hotspot/ Thetering Portable Hotspot, amankan dengan password. Lalu connect an semua HP teman sekamar dengan nama Wi-Fi anda. Sekarang teman-teman anda bisa menikmati internet dengan menggunakan Wi-Fi  HP Android Anda. Untuk menghubungi keluarga dirumah gunakanlah Aplikasi Whatsaap untuk telepon, dan Line untuk Video Call. Untuk informasi jaringan di saudi sudah menggunakan 4G.

Untuk Alat komunikasi yang tidak bisa menggunakan internet, maka gunakan kartu Simpati atau Telkomsel. Isilah pulsa selama di Indonesia 300 – 400 ribu. Kartu tersebut secara otomatis akan mencari jaringan dan menggunakan Roaming International. Biayanya lumayan mahal, yang menelepon dan yang ditelepon akan sama – sama dikenakan biaya. Untuk lebih jelasnya silahkan tanya pada customer service telkomsel.

Untuk barang – barang yang mengandung besi/ elektronik seperti kabel rol, megic com, dan paku letakkanlah di koper. Dimana sebelumnya diluarnya telah dilapisi dengan kertas Aluminium Foil, lapisi secara menyeluruh dan merata. Kemudian tatalah dengan baik barang – barang bawaan anda baik di Koper Besar dan Tas Tentengan. Untuk tas koper, berat maksimal adalah 32kg dan untuk tas tentengan maksimal 7kg. Biasanya Tas Koper Besar akan diserahkan terlebih dulu ke pihak KBIH atau Kementrian Agama setempat, guna diperiksa dan dikirmkan terlebih dulu ke pihak maskapai penerbangan. Jangan lupa belilah tali pengaman (semacam tali tampar) untuk tas koper yang sudah dalam bentuk jadi, biasanya sudah sesuai dengan ukuran koper. Kalau di Kota Malang bisa beli di Toko Altara pasar besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar