Kamis, 22 Oktober 2015

Perjalanan Haji Part 2 : Pemberangkatan

Perjalanan Haji Part 2 adalah kelanjutan dari Perjalanan Haji Part 1 : Prolog, yang berisi tentang segala persiapan sebelum pemberangkatan. Bagi yang belum membaca, saya sarankan untuk membacanya terlebih dulu supaya memiliki pemahaman yang berkelanjutan.

Penjelasan ini akan kami mulai pemberangkatan dari rumah. Ketika dirumah biasanya 2 – 3 minggu sebelum berangkat, adat orang jawa adalah melakukan tasyakuran dengan mengundang para tetangga dan saudara. Hal ini bertujuan untuk bersyukur kepada Allah bahwa kita sudah bisa melunasi seluruh biaya haji dan sekalian memohon maaf kepada para tetangga. Selain itu juga ditanya ke para tetangga jika jamaah haji ada hutang mohon segera ditagih, sehingga saat berangkat sudah lunas. 

Kemudian sehari sebelum berangkat alangkah lebih baik seluruh keluarga dikumpulkan bersama – sama. Baik kakek, nenek, kakak, adik, pakde dan budhe, anak –anak, cucu, beserta keponakan, Hal ini bertujuan untuk berpamitan dan saling bermaafan. Selain itu juga mohon kerjasamanya dalam menjaga Bapak, Ibu, Anak atau yang akan ditinggal dirumah. Dan juga mohon bantuannya dalam menjaga harta benda yang ditinggalkan. Yang terakhir mohon bantuan Do’a untuk saling mendoakan. Dimana jamaah haji ketika di Al – Haram mendoakan para saudara dan para tetangga sekalian, dan para saudara dan tetangga yang dirumah mendoakan keselamatannya hingga pulang ke tanah air.

Setelah itu saat akan berangkat disunnahkan untuk melakukan Sholat Sunnah Shafar 2 rakaat lalu berdoa. Untuk pemberangkatan disertai adzan dan iqamat, sebenarnya saya belum mendapatkan hadits atau tuntunan yang bisa dijadikan pakem. Sehingga untuk itu saya tidak menganjurkan dan juga tidak melarang. Silahkan bapak/ ibu bertanya pada ustadz atau para kyai yang berkompeten.

Pemberangkatan Jamaah Haji Indonesia memiliki dua gelombang, yaitu Gelombang 1 : dimana pemberangkatan dimulai dengan melakukan rangkaian kegiatan di Kota Madinah selama kurang lebih 8 (delapan) hari terlebih dulu, kemudian baru diberangkatkan ke Kota Makkah untuk melakukan ibadah Haji. Selanjutnya Gelombang 2 : yaitu dimulai dengan melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Makkah baru kemudian berangkat ke madinah.

Karena saya diberangkatkan melalui Gelombang Kedua, maka akan saya jelaskan secara runut dimulai berangkat dari Makkah baru kemudian di Madinah. Sebenarnya antara gelombang  1 ataupun 2 itu memiliki kegiatan yang sama persis, hanya dibalik saja.

Dimulai dengan pemberangkatan dari KBIH. Kebetulan saya mengikuti KBIH Al – Haramain Kabupaten Malang, jadi pemberangkatan dimulai dari KBIH menuju Stadion Kanjuruhan Malang dengan menggunakan bus. Disana berkumpul satu KLOTER (Kelompok Terbang) yang terdiri dari beberapa KBIH yang dijadikan satu kloter. Di Stadion ini dilepas oleh bapak Bupati yang kemudian diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Hanya sebagai info bahwa dalam 1 kloter dilengkapi dengan 1 Orang Ketua Kloter, 1 Orang wakil/ membantu ketua kloter, 1 Orang Dokter Kloter, dan 2 Orang Paramedis.

Selama pemberangkatan selalu dikawal oleh polisi. Sesampainya di sukolilo, kita masuk Hall atau Aula yang kemudian dikumpulkan sesuai dengan rombongan haji. Satu kloter biasanya terdiri atas 10 Rombongan, dan satu Rombongan terdiri atas 3 – 4 Regu, dan satu Regu terdiri atas 11 orang. Pada saat itu dikumpulkan untuk diberikan makan, dan diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keberangkatan haji. Setelah itu dibagikan gelang haji dan keperluan lain guna menunjang kegiatan selama beribadah haji. Dan yang perlu diingat adalah pada gelang haji terdapat nama dan tulisan – tulisan lain yang berisi data bapak / ibu, tolong di cek kebenarannya, sesuai tidaknya dengan nama/ data bapak ibu sekalian.

Kemudian bapak/ ibu dipersilahkan masuk ke asrama/ kamar masing – masing sebagaimana yang sudah diberikan sebelumnya. Di asrama bapak/ ibu dipersilahkan istirahat sambil menunggu panggilan untuk keberangkatan. Pada saat ini saya sarankan bapak/ ibu mengganti tali tas paspor atau tas lain yang dikira talinya kurang kuat. Karena banyak sekali jamaah haji ketika di tanah suci mengalami tas jebol atau talinya putus. Biasanya para penjualnya banyak di sekitar asrama haji.
Selain itu di asrama haji juga banyak yang menjual Kartu SIM untuk dipakai selama di tanah suci, dan banyak Money Changer (penukaran uang Rupiah ke Riyal). Untuk itu saya sarankan ke selektif an bapak ibu, karena di tanah suci juga banyak yang menjual hal tersebut.

Untuk ketua regu dan ketua rombongan sebelum keberangkatan, dikumpulkan terlebih dulu untuk diberikan penjelasan dan diberi perlengkapan yang nantinya di bagikan ke anggotanya. Dan juga diberikan uang “gaji” yang jumlahnya tidak seberapa. Selain itu untuk ketua regu diberi tugas untuk mencatat daftar obat yang telah dibawa oleh anggotanya. Yang kemudian disetujui/ di paraf oleh dokter kloter.

2 – 3 jam pemberangkatan semua jamaah dikumpulkan lagi dalam satu aula yang kemudian dibagikan Paspor dan Visa. Sekali lagi harap semua di cek, sudah sesuai tidaknya dengan data yang kita miliki. Selain itu juga dibagikan Living Cost sejumlah 1500 Riyal, dan hitung lagi jumlahnya.
Kemudian ketika akan keluar dari asrama haji semua tas yang kita bawa wajib diperiksa oleh petugas Imigrasi. Pemeriksaan ini melalui metal detector yang berbentuk seperti pintu. Apabila ada barang – barang yang dilarang maka wajib dikeluarkan dan diambil petugas.

Lalu dilakukan pemberangkatan dengan menggunakan bus menuju bandara. Dan masuk kedalam pesawat sesuai dengan nomor bangku yang tertera. Letakkan Tas Tenteng di bagasi yang ada diatas anda, ketika mulai take off eratkan sabuk pengaman, matikan Handphone, dan nikmati perjalanan anda sambil berdzikir dan mengingat Allah. Untuk Sholat didalam pesawat dilakukan dengan tayammum, dan sholat sambil duduk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar