Perjalanan Haji Part 2 adalah kelanjutan dari Perjalanan Haji Part 1 :
Prolog, yang berisi tentang segala persiapan sebelum pemberangkatan. Bagi yang
belum membaca, saya sarankan untuk membacanya terlebih dulu supaya memiliki
pemahaman yang berkelanjutan.
Penjelasan ini akan kami mulai pemberangkatan dari rumah. Ketika dirumah
biasanya 2 – 3 minggu sebelum berangkat, adat orang jawa adalah melakukan
tasyakuran dengan mengundang para tetangga dan saudara. Hal ini bertujuan untuk
bersyukur kepada Allah bahwa kita sudah bisa melunasi seluruh biaya haji dan
sekalian memohon maaf kepada para tetangga. Selain itu juga ditanya ke para
tetangga jika jamaah haji ada hutang mohon segera ditagih, sehingga saat
berangkat sudah lunas.
Kemudian sehari sebelum berangkat alangkah lebih baik seluruh keluarga
dikumpulkan bersama – sama. Baik kakek, nenek, kakak, adik, pakde dan budhe,
anak –anak, cucu, beserta keponakan, Hal ini bertujuan untuk berpamitan dan
saling bermaafan. Selain itu juga mohon kerjasamanya dalam menjaga Bapak, Ibu,
Anak atau yang akan ditinggal dirumah. Dan juga mohon bantuannya dalam menjaga
harta benda yang ditinggalkan. Yang terakhir mohon bantuan Do’a untuk saling
mendoakan. Dimana jamaah haji ketika di Al – Haram mendoakan para saudara dan
para tetangga sekalian, dan para saudara dan tetangga yang dirumah mendoakan
keselamatannya hingga pulang ke tanah air.
Setelah itu saat akan berangkat disunnahkan untuk melakukan Sholat Sunnah
Shafar 2 rakaat lalu berdoa. Untuk pemberangkatan disertai adzan dan iqamat,
sebenarnya saya belum mendapatkan hadits atau tuntunan yang bisa dijadikan
pakem. Sehingga untuk itu saya tidak menganjurkan dan juga tidak melarang.
Silahkan bapak/ ibu bertanya pada ustadz atau para kyai yang berkompeten.
Pemberangkatan Jamaah Haji Indonesia memiliki dua gelombang, yaitu Gelombang
1 : dimana pemberangkatan dimulai dengan melakukan rangkaian kegiatan di Kota
Madinah selama kurang lebih 8 (delapan) hari terlebih dulu, kemudian baru
diberangkatkan ke Kota Makkah untuk melakukan ibadah Haji. Selanjutnya Gelombang
2 : yaitu dimulai dengan melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Makkah baru
kemudian berangkat ke madinah.
Karena saya diberangkatkan melalui Gelombang Kedua, maka akan saya jelaskan
secara runut dimulai berangkat dari Makkah baru kemudian di Madinah. Sebenarnya
antara gelombang 1 ataupun 2 itu memiliki kegiatan yang sama persis, hanya
dibalik saja.
Dimulai dengan pemberangkatan dari KBIH. Kebetulan saya mengikuti KBIH Al –
Haramain Kabupaten Malang, jadi pemberangkatan dimulai dari KBIH menuju Stadion
Kanjuruhan Malang dengan menggunakan bus. Disana berkumpul satu KLOTER (Kelompok
Terbang) yang terdiri dari beberapa KBIH yang dijadikan satu kloter. Di Stadion
ini dilepas oleh bapak Bupati yang kemudian diberangkatkan ke Asrama Haji
Sukolilo Surabaya. Hanya sebagai info bahwa dalam 1 kloter dilengkapi dengan 1
Orang Ketua Kloter, 1 Orang wakil/ membantu ketua kloter, 1 Orang Dokter Kloter,
dan 2 Orang Paramedis.
Selama pemberangkatan selalu dikawal oleh polisi. Sesampainya di sukolilo,
kita masuk Hall atau Aula yang kemudian dikumpulkan sesuai dengan rombongan
haji. Satu kloter biasanya terdiri atas 10 Rombongan, dan satu Rombongan terdiri
atas 3 – 4 Regu, dan satu Regu terdiri atas 11 orang. Pada saat itu dikumpulkan
untuk diberikan makan, dan diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai
keberangkatan haji. Setelah itu dibagikan gelang haji dan keperluan lain guna
menunjang kegiatan selama beribadah haji. Dan yang perlu diingat adalah pada
gelang haji terdapat nama dan tulisan – tulisan lain yang berisi data bapak /
ibu, tolong di cek kebenarannya, sesuai tidaknya dengan nama/ data bapak ibu
sekalian.
Kemudian bapak/ ibu dipersilahkan masuk ke asrama/ kamar masing – masing
sebagaimana yang sudah diberikan sebelumnya. Di asrama bapak/ ibu dipersilahkan
istirahat sambil menunggu panggilan untuk keberangkatan. Pada saat ini saya
sarankan bapak/ ibu mengganti tali tas paspor atau tas lain yang dikira talinya
kurang kuat. Karena banyak sekali jamaah haji ketika di tanah suci mengalami tas
jebol atau talinya putus. Biasanya para penjualnya banyak di sekitar asrama
haji.
Selain itu di asrama haji juga banyak yang menjual Kartu SIM untuk dipakai
selama di tanah suci, dan banyak Money Changer (penukaran uang Rupiah ke Riyal).
Untuk itu saya sarankan ke selektif an bapak ibu, karena di tanah suci juga
banyak yang menjual hal tersebut.
Untuk ketua regu dan ketua rombongan sebelum keberangkatan, dikumpulkan
terlebih dulu untuk diberikan penjelasan dan diberi perlengkapan yang nantinya
di bagikan ke anggotanya. Dan juga diberikan uang “gaji” yang jumlahnya tidak
seberapa. Selain itu untuk ketua regu diberi tugas untuk mencatat daftar obat
yang telah dibawa oleh anggotanya. Yang kemudian disetujui/ di paraf oleh dokter
kloter.
2 – 3 jam pemberangkatan semua jamaah dikumpulkan lagi dalam satu aula yang
kemudian dibagikan Paspor dan Visa. Sekali lagi harap semua di cek, sudah sesuai
tidaknya dengan data yang kita miliki. Selain itu juga dibagikan Living Cost
sejumlah 1500 Riyal, dan hitung lagi jumlahnya.
Kemudian ketika akan keluar dari asrama haji semua tas yang kita bawa wajib
diperiksa oleh petugas Imigrasi. Pemeriksaan ini melalui metal detector yang
berbentuk seperti pintu. Apabila ada barang – barang yang dilarang maka wajib
dikeluarkan dan diambil petugas.
Lalu dilakukan pemberangkatan dengan menggunakan bus menuju bandara. Dan
masuk kedalam pesawat sesuai dengan nomor bangku yang tertera. Letakkan Tas
Tenteng di bagasi yang ada diatas anda, ketika mulai take off eratkan sabuk
pengaman, matikan Handphone, dan nikmati perjalanan anda sambil berdzikir dan
mengingat Allah. Untuk Sholat didalam pesawat dilakukan dengan tayammum, dan
sholat sambil duduk.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar