Semua ada hikmahnya… Begitulah kata orang,.
Semenjak hari itu, seakan ku disuruh belajar lebih tentang arti hidup, dimana sesaat ku berpikir lebih tentang semua itu…
Kini ku mengerti tentang beratnya step by step dalam kehidupan,.
Belajar tentang bagaimana saling mengerti akan tetangga, belajar tentang bagaimana mengatasi masalah keluarga yang saling tak harmonis, belajar tentang kepura-puraan pribadi, belajar menguatkan orang lain walau diri hancur, dan memahami bagaimana sulitnya hidup dalam keluarga setelah menikah… Disinilah ku melihat semua itu.
Ada cerita tentang tetangga kamar yang sering mabuk hingga memukul tetanggaku yang lain hingga babak belur, kisah tentang sang istri yang tetap setia walau sang suami sering mabuk dan memukuli dia, ada cerita tentang anak ibu kost yang sering judi hingga semua harta ibu kost habis gara-gara anaknya tersebut, ada pula seseorang yang punya pacar dan demi pacarnya ini dia selalu menghabiskan uang gajinya setiap bulannya, ada pula cerita seseorang yang skripsinya belum selesai tapi dia terlalu meremehkannya hingga jatuhlah dia, dan masih banyak cerita disini.
Bagaikan ku sedang menonton sebuah film, dan ku hanya melihat dan melihat… Lalu ku mulai memahami bahwa terkadang cinta itu tak selamanya indah, ada sakit dan jatuh didalamnya. Namun alur kehidupan ini tetap tak pernah ku pahami, kearah mana ku melaju, dan kemana langkah ini kan berpijak. Mengambang tanpa pernah ku yakin itulah jalanku.
Satu minggu kemarin ku ditanya ibuku tentang ke arah mana sebenarnya tujuan hidupku. Ku terbingung menjawab pertanyaan tersebut, tidak seperti biasanya ibuku bertanya seperti itu. Dan mulai saat itulah ku berpikir tentang bagaimana masa depanku di kota ini. Mau kemana ku berjalan dan bagaimana ku mengatasi semua masalah tersebut, tentunya tunggu episode selanjutnya.
Sekolah kehidupan ini tak pernah ku anggap berat, karena ku hanya sekedar lewat dan melaluinya tanpa pernah merasa puas. Mungkin orang lain terbingung-bingung dengan sering berubahnya diriku, dan memang begitulah diriku. Saat ini ku hanya ingin tak ada yang tau bagaimana diriku sebenarnya.
Aku sering merasa dalam permainan caturku sering salah. Maka biarkan ku salah langkah, tugasmu hanyalah mengingatkan jika dia salah langkah lagi. Kritik-lah sepedas yang kau bisa, karena aku sudah terbiasa dengan ucapan yang membuatku sakit. Karena semua itu takkan menyulut api kemarahan dalam diriku.
“Cinta yang selalu membuatmu kuat, buatlah sebungkus cinta dalam setiap langkahmu, dan bukalah ia dengan hati yang tulus dan ikhlas, perlakukanlah ia dengan hati-hati, niscaya cinta akan membuka jalan untukmu. Percayalah”
Semenjak hari itu, seakan ku disuruh belajar lebih tentang arti hidup, dimana sesaat ku berpikir lebih tentang semua itu…
Kini ku mengerti tentang beratnya step by step dalam kehidupan,.
Belajar tentang bagaimana saling mengerti akan tetangga, belajar tentang bagaimana mengatasi masalah keluarga yang saling tak harmonis, belajar tentang kepura-puraan pribadi, belajar menguatkan orang lain walau diri hancur, dan memahami bagaimana sulitnya hidup dalam keluarga setelah menikah… Disinilah ku melihat semua itu.
Ada cerita tentang tetangga kamar yang sering mabuk hingga memukul tetanggaku yang lain hingga babak belur, kisah tentang sang istri yang tetap setia walau sang suami sering mabuk dan memukuli dia, ada cerita tentang anak ibu kost yang sering judi hingga semua harta ibu kost habis gara-gara anaknya tersebut, ada pula seseorang yang punya pacar dan demi pacarnya ini dia selalu menghabiskan uang gajinya setiap bulannya, ada pula cerita seseorang yang skripsinya belum selesai tapi dia terlalu meremehkannya hingga jatuhlah dia, dan masih banyak cerita disini.
Bagaikan ku sedang menonton sebuah film, dan ku hanya melihat dan melihat… Lalu ku mulai memahami bahwa terkadang cinta itu tak selamanya indah, ada sakit dan jatuh didalamnya. Namun alur kehidupan ini tetap tak pernah ku pahami, kearah mana ku melaju, dan kemana langkah ini kan berpijak. Mengambang tanpa pernah ku yakin itulah jalanku.
Satu minggu kemarin ku ditanya ibuku tentang ke arah mana sebenarnya tujuan hidupku. Ku terbingung menjawab pertanyaan tersebut, tidak seperti biasanya ibuku bertanya seperti itu. Dan mulai saat itulah ku berpikir tentang bagaimana masa depanku di kota ini. Mau kemana ku berjalan dan bagaimana ku mengatasi semua masalah tersebut, tentunya tunggu episode selanjutnya.
Sekolah kehidupan ini tak pernah ku anggap berat, karena ku hanya sekedar lewat dan melaluinya tanpa pernah merasa puas. Mungkin orang lain terbingung-bingung dengan sering berubahnya diriku, dan memang begitulah diriku. Saat ini ku hanya ingin tak ada yang tau bagaimana diriku sebenarnya.
Aku sering merasa dalam permainan caturku sering salah. Maka biarkan ku salah langkah, tugasmu hanyalah mengingatkan jika dia salah langkah lagi. Kritik-lah sepedas yang kau bisa, karena aku sudah terbiasa dengan ucapan yang membuatku sakit. Karena semua itu takkan menyulut api kemarahan dalam diriku.
“Cinta yang selalu membuatmu kuat, buatlah sebungkus cinta dalam setiap langkahmu, dan bukalah ia dengan hati yang tulus dan ikhlas, perlakukanlah ia dengan hati-hati, niscaya cinta akan membuka jalan untukmu. Percayalah”






Tidak ada komentar:
Posting Komentar