GOLONGAN PERTAMA
Setelah pada mulanya Rasulullah mendapatkan wahyu dan diperintah untuk menyeru kepada umatnya oleh Malaikat Jibril. Maka yang dilakukan oleh Rasulullah adalah berdakwah kepada kerabat dan yang paling dekat dengan beliau. Itulah kenapa muncul-lah sebutan As-Sabiqunal-Awwalun, Orang pertama yang beriman dengan Rasulullah dan memeluk Islam ialah isteri Beliau, Khadijah r.ha, kemudian sepupu Rasulullah, Ali r.a, Kemudian diikuti pula oleh bekas hamba Beliau, Zaid bin Haritsah. Kemudiannya Abu Bakar as-Siddiq r.a.. Dari Abu Bakar1 kemudian masuk islam Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah. Hamba sahaya3 yang mula-mula sekali memeluk Islam ialah Zaid bin Haritsah dan Bilal bin Rabah al-Habsyi. Mereka semua masuk islam secara sembunyi-sembunyi, Rasulullah SAW menemui mereka dan mengajarkan agama islam dengan sembunyi dan perorangan. Wahyu diturunkan secara sedikit-sedikit, lalu berhenti sejenak setelah Surat Al Muddatsir. Ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu sangatlah menawan dan lembut sesuai dengan iklim yang juga lembut pada saat itu. Karakteristik ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu pada adalah mengenai sanjungan menyucikan jiwa dan celaan mengotorinya, berisi ciri-ciri surga dan neraka yang seakan-akan nampak didepan mata, sehingga terkesan membawa orang-orang mukmin dibawa ke dunia lain yang tidak ada di dunia pada saat itu (Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri), dan menfokuskan pada Aqidah (Manhaj Haraki). Perbaikan Aqidah pada saat itu adalah yang paling penting karena ideology kaum kafir telah mendominasi kehidupan manusia, selain itu karena perbaikan dan pembinaan aqidah yang benar harus dilakukan dengan tenang, hanya aqidah yang benar yang mampu memancarkan ibadah dan perilaku yang benar. Semua itu Rasulullah lakukan dirumah Arqam bin Abi Arqam
SHALAT
Khadijah2 merupakan orang yang pertama beriman dengan Rasulullah SAW secara mutlak. Rasulullah s.a.w. telah Sholat bersamanya pada senin petang hari. ltu merupakan hari pertama Rasulullah s.a.w Sholat. Sholat ketika itu hanya dilakukan dua rakaat di waktu subuh dan dua rakaat di waktu petang. Diawali ketika Rasulullah diajari oleh Jibril untuk berwudhu’ lalu kemudian diikuti oleh Rasulullah. Lalu Rasulullah pulang dan mengajari Khadijah sebagaimana Jibril mengajarkan kepadanya. Dan mereka Sholat dan Rasulullah menjadi imam. Ibnu Hasyim menyebutkan bahwa jika tiba waktu Shalat Rasulullah SAW beserta para sahabat pergi ke tempat yang terpencil lalu melaksanakan shalat, agar tidak diketahui kaumnya.
ORANG-ORANG QURAISY MENDENGAR KABAR SECARA GLOBAL
Pada tahap ini dakwah islam sudah didengar oleh orang-orang Quraisy, meskipun dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Namun mereka tak ambil peduli, karena mereka menganggap umat islam pada waktu itu layaknya orang Hanif yang menghindarkan diri dari menyembah berhala, bahkan bisa dikatakan pada fase ini masyarakat Quraisy lebih memperhatikan orang hanif daripada kaum muslimin. Hal ini disebabkan orang-orang Hanif pernah mengatakan keraguan mereka terhadap berhala-berhala dan sesembahan kaum Arab, sementara umat Islam pada saar itu belum pernah menyatakan sikap mereka. Nampak sekali pada periode ini tidak boleh menampakkan ketidak setujuan, melakukan krtitikan, konfrontasi dan menatang secara terang-terangan. Jadi terkadang sikap damai yang dilakukan oleh pemerintah jahiliyah terhadap kaum muslim adalah karena mereka hanya membawa Aqidah di hati dan keyakinan dan tidak dimasukkan pada kancah kehidupan.
Selama tiga tahun Rasulullah SAW melaksanakan dakwah secara Sirry dan perorangan. Dan selama jangka waktu inilah terbentuk masyarakat atau sekelompok orang4 yang kuat dan senantiasa bahu-membahu.
********
1. Dakwah melalui Intelektualitas Da’i dan Status Sosialnya di Masyarakat (Manhaj Haraki)
2. Peranan wanita pada periode Sirry (Asma’ R.ha dan Khadijah R.ha)
3. Mayoritas yg pertama masuk islam adalah fakir miskin dan hamba sahaya, dan Hikmah Nabi Nuh As, Musa As, Shaleh As, dan Panglima Persia Rustum dan Rab’I ibn Amir (Shirah Nabawiyah Al Buthy)
4. Sekitar 40 orang (Shirah Nabawiyah Al-Buthy dan Mubarakfury), 56 orang (Manhaj Haraki)
Setelah pada mulanya Rasulullah mendapatkan wahyu dan diperintah untuk menyeru kepada umatnya oleh Malaikat Jibril. Maka yang dilakukan oleh Rasulullah adalah berdakwah kepada kerabat dan yang paling dekat dengan beliau. Itulah kenapa muncul-lah sebutan As-Sabiqunal-Awwalun, Orang pertama yang beriman dengan Rasulullah dan memeluk Islam ialah isteri Beliau, Khadijah r.ha, kemudian sepupu Rasulullah, Ali r.a, Kemudian diikuti pula oleh bekas hamba Beliau, Zaid bin Haritsah. Kemudiannya Abu Bakar as-Siddiq r.a.. Dari Abu Bakar1 kemudian masuk islam Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah. Hamba sahaya3 yang mula-mula sekali memeluk Islam ialah Zaid bin Haritsah dan Bilal bin Rabah al-Habsyi. Mereka semua masuk islam secara sembunyi-sembunyi, Rasulullah SAW menemui mereka dan mengajarkan agama islam dengan sembunyi dan perorangan. Wahyu diturunkan secara sedikit-sedikit, lalu berhenti sejenak setelah Surat Al Muddatsir. Ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu sangatlah menawan dan lembut sesuai dengan iklim yang juga lembut pada saat itu. Karakteristik ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu pada adalah mengenai sanjungan menyucikan jiwa dan celaan mengotorinya, berisi ciri-ciri surga dan neraka yang seakan-akan nampak didepan mata, sehingga terkesan membawa orang-orang mukmin dibawa ke dunia lain yang tidak ada di dunia pada saat itu (Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri), dan menfokuskan pada Aqidah (Manhaj Haraki). Perbaikan Aqidah pada saat itu adalah yang paling penting karena ideology kaum kafir telah mendominasi kehidupan manusia, selain itu karena perbaikan dan pembinaan aqidah yang benar harus dilakukan dengan tenang, hanya aqidah yang benar yang mampu memancarkan ibadah dan perilaku yang benar. Semua itu Rasulullah lakukan dirumah Arqam bin Abi Arqam
SHALAT
Khadijah2 merupakan orang yang pertama beriman dengan Rasulullah SAW secara mutlak. Rasulullah s.a.w. telah Sholat bersamanya pada senin petang hari. ltu merupakan hari pertama Rasulullah s.a.w Sholat. Sholat ketika itu hanya dilakukan dua rakaat di waktu subuh dan dua rakaat di waktu petang. Diawali ketika Rasulullah diajari oleh Jibril untuk berwudhu’ lalu kemudian diikuti oleh Rasulullah. Lalu Rasulullah pulang dan mengajari Khadijah sebagaimana Jibril mengajarkan kepadanya. Dan mereka Sholat dan Rasulullah menjadi imam. Ibnu Hasyim menyebutkan bahwa jika tiba waktu Shalat Rasulullah SAW beserta para sahabat pergi ke tempat yang terpencil lalu melaksanakan shalat, agar tidak diketahui kaumnya.
ORANG-ORANG QURAISY MENDENGAR KABAR SECARA GLOBAL
Pada tahap ini dakwah islam sudah didengar oleh orang-orang Quraisy, meskipun dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Namun mereka tak ambil peduli, karena mereka menganggap umat islam pada waktu itu layaknya orang Hanif yang menghindarkan diri dari menyembah berhala, bahkan bisa dikatakan pada fase ini masyarakat Quraisy lebih memperhatikan orang hanif daripada kaum muslimin. Hal ini disebabkan orang-orang Hanif pernah mengatakan keraguan mereka terhadap berhala-berhala dan sesembahan kaum Arab, sementara umat Islam pada saar itu belum pernah menyatakan sikap mereka. Nampak sekali pada periode ini tidak boleh menampakkan ketidak setujuan, melakukan krtitikan, konfrontasi dan menatang secara terang-terangan. Jadi terkadang sikap damai yang dilakukan oleh pemerintah jahiliyah terhadap kaum muslim adalah karena mereka hanya membawa Aqidah di hati dan keyakinan dan tidak dimasukkan pada kancah kehidupan.
Selama tiga tahun Rasulullah SAW melaksanakan dakwah secara Sirry dan perorangan. Dan selama jangka waktu inilah terbentuk masyarakat atau sekelompok orang4 yang kuat dan senantiasa bahu-membahu.
********
1. Dakwah melalui Intelektualitas Da’i dan Status Sosialnya di Masyarakat (Manhaj Haraki)
2. Peranan wanita pada periode Sirry (Asma’ R.ha dan Khadijah R.ha)
3. Mayoritas yg pertama masuk islam adalah fakir miskin dan hamba sahaya, dan Hikmah Nabi Nuh As, Musa As, Shaleh As, dan Panglima Persia Rustum dan Rab’I ibn Amir (Shirah Nabawiyah Al Buthy)
4. Sekitar 40 orang (Shirah Nabawiyah Al-Buthy dan Mubarakfury), 56 orang (Manhaj Haraki)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar