Analisa fungsi adalah sebuah jalan dalam mendapatkan atau mengetahui fungsi-fungsi yang tidak diperlukan. Fungsi tersebut disajikan dalam bentuk perbandingan Cost dan Worth. Yang menunjukkan tingkat keberadaan biaya yang tidak diperlukan.
Menurut Zimmerman dan Hart (1982), cost didefifnisikan sebagai apa yang kita bayarkan untuk suatu produk tertentu, sedangkan worth adalah biaya tersedikit untuk mendapatkan fungsi suatu produk. Analisa ini selalu mendasar setiap obyek pada fungsi atau kegunaan obyek tersebut terhadap keseluruhan item.
Selain itu tujuan dari analisa fungsi ini adalah untuk mendapatkan suatu perbandingan antara biaya dengan nilai manfaat yang dibutuhkan untuk menghasilkan fungsi tersebut. Jika hasil rasio cost/worth > 2 tidak perlu dilakukan VE dikarenakan worth tidak ada atau nilai < biaya.
Menurut J.O’Brien (1976), fungsi dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Fungsi Primer (Basic Function), yaitu fungsi, tujuan atau prosedur yang merupakan tujuan fungsi dasar atau primer yang harus terpenuhi.
- Fungsi Sekunder (Secondary Function), yaitu fungsi pendukung yang mungkin dibutuhkan tetapi tidak melaksanakan kerja yang sebenarnya.
Menurut Barry dan Paulson (1992) definisi dilakukan melalui penggunaan dua kata, kata kerja dan kata benda, dengan cara ini akan memberikan keuntungan – keuntungan diantaranya :
- Membatasi timbulnya perluasan arti, sebab jika kita tidak bisa mendefinisikan suatu fungsi dalam dua kata maka kita tidak cukup mempunyai informasi tentang masalah tersebut atau pendefinisian masalah menjadi luas.
- Menghindari penggabungan fungsi – fungsi dan definisi yang lebih dari satu fungsi sederhana, karena hanya dengan menggunakan dua kata kita dipaksa untuk memecah – mecah masalah kedalam elemen yang paling sederhana.
- Merupakan pembantu dalam mecapai tingkat pengertian yang paling mendalam dari hal-hal yang spesifik. Jika hanya dua kata yang digunakan kemungkinan terjadi kesalahan, serta komunikasi yang salah dapat dikurangi hingga tingkat minimum.
ANALISA FUNGSI
| ||||||
PROYEK :
|
ITEM PEKERJAAN
|
:
| ||||
LOKASI :
|
FUNGSI
|
:
| ||||
NO
|
KOMPONEN
|
FUNGSI
|
COST
|
WORTH
| ||
K. KERJA
|
K. BENDA
|
JENIS
| ||||
TOTAL
| ||||||
COST/WORTH
|
=
| |||||
Keterangan : B = Basic Function ; S = Secondary Function
| ||||||
- Baris “Proyek” diisi dengan nama proyek studi.
- Baris “Lokasi” diisi dengan nama item kerja yang di analisa.
- Baris “Item Kerja” diisi dengan fungsi item kerja yang dianalisa.
- Baris “Fungsi” diisi dengan angka urutan nomor item kerja dimulai dari item kerja pertama sampai terakhir.
- Kolom “No” diisi dengan angka urutan nomor item kerja dimulai dari item kerja pertama sampai akhir.
- Kolom “Komponen” Digunakan untuk mengisi sub-sistem dari itam kerja yang akan dianalisa.
- Fungsi didefinisakan dalam dua kata, kata aktif dan kata benda yang terukur. Setiap fungsi diklarifikasi sebagai fungsi dasar/primer, ditulis pada kolom “Jenis” dengan huruf B sebagi fungsi penunjang dan ditulis S jika sebagai fungsi utama.
- Mengisi jumlah biaya keseluruhan komponen (cost) dengan jumlah biaya fungsi utama (worth).
- Membandingkan jumlah biaya keseluruhan (Cost) dengan jumlah biaya fungsi utama (worth). Dan,
- Menyusun item – item kerja yang dipilih berdasarkan cost/worth diurutkan dari yang terbesar hingga terkecil.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar