Kamis, 24 Oktober 2013

Perbedaan Optimasi Dan Value Engineering

Kata sebuah buku Manajemen Proyek karya Iman Soeharto, yang dimaksud Value Engineering adalah pendekatan sistematis bertujuan untuk mendapatkan keinginan fungsi dari sebuah produk, proses, sistem atau servis dengan harga yang minimal tanpa mempengaruhi kualitas, kemampuan, kinerja dan keamanan. Membangun dengan pengeluaran seminimal mungkin, dan memangkas habis ketengantungan kita pada penggunaan energi intensif bangunan.
Sedangkan Optimasi adalah sebuah metode dimana kita membuat optimal sebuah produk atau jasa, sehingga didapatkan hasil yang paling baik. Dan seringkali orang-orang bingung apakah VE termasuk dalam optimasi. Sebenarnya di dalam VE ada proses optimasi, namun VE mempunyai tahapan yang lebih komprehensif, yang dimana kita juga

Pengertian Value Engineering (Replace Material)

Rekayasa nilai atau Value Engineering adalah sebuah teknik rekayasa dimana kita membuat sebuah material atau pengolahan barang menjadi lebih murah tanpa mengurangi kandungan kualitas dari material atau proses olahan tersebut. itu adalah pengertian dari saya, bukan dari buku. hal yang paling penting dari VE adalah kita membahas secara keseluruhan, jadi kita juga perlu memperhatikan terhadap apa-apa akibat dari rencana VE kita. Jangan sampai setengah-setengah. Memang banyak di perusahaan-perusahaan yang menggunakan tim khusus VE, yang disana sudah dibagi per bidang keahliannya masing-masing.
Mengenai VE (Value Engineering) banyak sekali pengertian yang disebutkan oleh buku-buku baik internasional atau nasional. Di Indonesia sudah banyak sekali pakar VE, bahkan ada kumpulan ahli VE Indonesia. Tapi saya lupa namanya, gugling aja deh. hehe
VE yang kan saya bahas disini merupakan hasil skripsi saya. Jadi jangan marah kalau prosesnya ada yang gak bener. Karena bikinnya juga agak ngawur, bercanda. Semuanya dikerjakan secara serius, tapi kalau ada kesalahan ya maaf… Kita mulai dari tahap-tahap VE. Banyak sekali ragam dari tahapan VE, tapi yang saya jabarkan disini adalah dari pengertian dari pribadi saya. Karena menurut saya, dari banyaknya tahapan sudah bisa di kerucutkan pada 5 tahap dibawah ini. Cekidot gan :

Jumat, 11 Oktober 2013

Derita Mahasiswa Tingkat Akhir Politeknik

Setelah berhibernasi sesaat, kini akhirnya saya kembali mengunjungi dinding blog ini. Tak terasa kerinduan mencekam di hari-hari tanpa menulis di blog (le-buy euy). Kali ini saya akan bercerita tentang sebuah drama yang cukup menyedihkan. Ok, mari kita mulai dengan Basmallah……
Suatu saat ada seorang mahasiswa yang tlah berada diujung tanduk sebuah skripsi. Hingga suatu saat dia tlah mengajukan sebuah judul yang lumayan biasa dan tak terlalu sulit tuk dikerjakan. Namun ternyata itu semua salah, karena tidak sesuai dengan prediksi. Tahukah kenapa, ternyata data skripsi itu harus ditambah menjadi 3 sampel.
Yaks, kita tau bahwa satu obyek saja sudah cukup menyita waktu dan tingkat kerumitan yang sangat luar biasa. Apalagi dengan ditambah menjadi 3 sampel.
Kemudian sang mahasiswa ingin masih terus lanjut tanpa menghiraukan tingkat kesukaran dan kerumitan tersebut. Hingga suatu hari dia mulai merasa pening luar biasa, itu disebabkan oleh lembur selama hampir 2 minggu. Itupun belum setengah yang dikerjakan. Situasi itu diperparah dengan batas waktu ujian yang sudah mepet. Perasaan putus asa akhirnya menimpa sang mahasiswa, dan terminal satu semester. Namun dalam satu semester itu dia masih bisa maju ujian skripsi, tapi tetap harus membayar biaya satu semester.
Skip, langsung 3 bulan kemudian.

Rabu, 24 April 2013

Akhwat Yang Terpenjara

Tulisan kali ini akan saya awali tentang sebuah cerita seorang wanita atau seorang akhwat. Menceritakan bahwa pada masa muda perempuan ini hijrah dari tanah kelahirannya menuju Kota Jakarta untuk melamar sebuah pekerjaan.
Dulu sekitar tahun 90-an masih banyak orang yang mencari pekerjaan melalui media surat kabar. Setelah mencari pekerjaan yang pas dia lingkari salah satu lamaran di surat kabar tersebut dan segera melayangkan sebuah surat lamaran pekerjaan. Singkat cerita berangkatlah dia ke Kota Jakarta, lebih tepatnya Kota Bekasi. Dengan menaiki sebuah kereta api, diantar oleh sanak famili, dan tentunya sejuta impian tentang penghidupan yang layak.  Setibanya disana ia kemudian langsung diterima di sebuah perusahaan garmen (saya lupa posisinya di bagian apa).
Dengan diterimanya di perusahaan tersebut maka otomatis dia harus tinggal di Bekasi. Dan akhirnya dia hanya pulang ke kampung halaman setiap hari besar Idul Fitri. Ada sebuah perubahan besar yang dirasakan oleh keluarga, bahwa dulu dia hanya memakai pakaian atau jilbab kecil yang biasa saja sekarang jilbabnya memanjang dan besar. Suatu kali saat pulang kampung ada oleh-oleh yang dibawanya untuk adik dari kakaknya yang tercinta, yaitu kaos hitam yang bergambar seorang mujahiddin Osama Bin Laden. Biasanya setiap pulang kampung dia biasa memberikan angpao kepada adiknya ini uang sebesar Rp.50.000,00 atau Rp.100.000,00. Sudah lumayan besar tuk seorang anak kecil umur 17 tahun pada tahun 2000-an. Dia memberikan sambil mengoyak-ngoyak rambut adiknya ini.

Sabtu, 02 Maret 2013

SHIRAH NABAWIYAH PERIODE DAKWAH SIRRIYAH

GOLONGAN PERTAMA
Setelah pada mulanya Rasulullah mendapatkan wahyu dan diperintah untuk menyeru kepada umatnya oleh Malaikat Jibril. Maka yang dilakukan oleh Rasulullah adalah berdakwah kepada kerabat dan yang paling dekat dengan beliau. Itulah kenapa muncul-lah sebutan As-Sabiqunal-Awwalun, Orang pertama yang beriman dengan Rasulullah dan memeluk Islam ialah isteri Beliau, Khadijah r.ha, kemudian sepupu Rasulullah, Ali r.a, Kemudian diikuti pula oleh bekas hamba Beliau, Zaid bin Haritsah. Kemudiannya Abu Bakar as-Siddiq r.a.. Dari Abu Bakar1 kemudian masuk islam Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah. Hamba sahaya3 yang mula-mula sekali memeluk Islam ialah Zaid bin Haritsah dan Bilal bin Rabah al-Habsyi. Mereka semua masuk islam secara sembunyi-sembunyi, Rasulullah SAW menemui mereka dan mengajarkan agama islam dengan sembunyi dan perorangan. Wahyu diturunkan secara sedikit-sedikit, lalu berhenti sejenak setelah Surat Al Muddatsir. Ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu sangatlah menawan dan lembut sesuai dengan iklim yang juga lembut pada saat itu. Karakteristik ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu pada adalah mengenai sanjungan menyucikan jiwa dan celaan mengotorinya, berisi ciri-ciri surga dan neraka yang seakan-akan nampak didepan mata, sehingga terkesan membawa orang-orang mukmin dibawa ke dunia lain yang tidak ada di dunia pada saat itu (Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri), dan menfokuskan pada Aqidah (Manhaj Haraki). Perbaikan Aqidah pada saat itu adalah yang paling penting karena ideology kaum kafir telah mendominasi kehidupan manusia, selain itu karena perbaikan dan pembinaan aqidah yang benar harus dilakukan dengan tenang, hanya aqidah yang benar yang mampu memancarkan ibadah dan perilaku yang benar. Semua itu Rasulullah lakukan dirumah Arqam bin Abi Arqam