Sebuah harapan tertinggi dari manusia sebenarnya tidaklah sulit jika dari manusia itu berusaha sekuat tenaga dan tak pernah mengenal rasa menyerah. Sama halnya dengan seorang engineer, jika seorang engineer menyerah dalam menyelesaikan sebuah masalah dan tidak mau berkembang maka habislah kita. Sesungguhnya dalam dunia Teknik Sipil sangat banyak sekali bidang yang bisa kita ambil dan manfaatkan, namun seringkali baik penulis dan hampir banyak diantara kita pula yang tak bisa melihat kesempatan itu.
Jika kita mau menilik kondisi saat ini, kita adalah seorang agen perubahan yang dimana tidak mudah mengemban amanah menjadi seorang mahasiswa dan setelah itu menjabat sebagai “Mantan Mahasiswa”. Sebenarnya bukan hanya kita yang dapat menilai diri kita namun masyarakat pun akan menilai kita. Dan itulah tantangan kita, bagaimana kita bisa mencitrakan seorang engineer atau mahasiswa yang bisa bermanfaat bukan hanya tuk diri kita sendiri tapi juga bagi masyarakat di sekitar kita.
Salah satu bidang dalam dunia teknik sipil adalah manajemen proyek, yang dimana kita diharapkan bisa menjadi tumpuan tuk memanage sebuah proyek mulai dari proses awal perencanaan sampai akhir konstruksi. Karena sebenarnya memanage sebuah proyek itu tidak bisa kita mempelajarinya secara instan, namun perlu pengalaman yang banyak sehingga butuh bertahun-tahun dalam mempelajarinya. Tapi tidak menutup sebuah kemungkinan bahwa seorang mahasiswa yang fresh graduate tidak bisa mempelajarinya, karena sebenarnya ilmu project manager itu telah dimulai sejak kita masuk kuliah.
Perencanaan yang baik adalah awal menuju kesuksesan, begitu kata orang bijak. Dan jika gagal merencanakan maka kita telah merencanakan sebuah kegagalan. Lima tahun kedepan sebenarnya harapan penulis adalah bisa kuliah lagi (S2) tanpa atau dengan beasiswa, dan berusaha mencari di luar negeri. Dan selama masa penantian itu penulis berharap bisa bekerja di dalam suasana kerja yang mendorong penulis tuk mendapatkan ilmu yang banyak, sehingga bisa menjadi bekal nantinya.
Selama lima tahun itu cita-cita tertinggi penulis di dalam sebuah proyek tidaklah muluk-muluk, karena sadar bahwa sebuah jabatan dalam proyek itu tidaklah ditentukan oleh ilmu saja namun juga pengalaman di lapangan tentang bagaimana mengatasi sebuah masalah tersebut. Jadi menjadi seorang Site Engineer sudah cukup bagi penulis, karena jika menjadi project manager sepertinya belum pantas (jika kita melihat dalam pengerjaan proyek-proyek diatas 1 milyar).
Lalu bagaimana kita dalam mencapai harapan kita dalam lima tahun tersebut? Caranya adalah dengan menganalisis diri kita melalui sebarapa banyak pengetahuan atau ilmu kita, kemudian keterampilan apa saja yang bisa didapatkan untuk mencapai harapan itu, dan yang terakhir adalah sikap yang seperti apa yang mendorong kita. Dimulai dari kita hari ini sampai ketika telah mencapai lima tahun kedepan.
Penulis hari ini adalah seorang yang bisa dikatakan kurang berpengalaman dalam mengerjakan sebuah proyek, karena job terakhir penulis hanyalah seorang pengawas lapangan sebuah pembangunan jembatan. Maka dalam penanganan masalah atau problem baik di lapangan atau di kantor masih dirasa kurang. Jadi baik ilmu dan skill di lapangan masih kurang, namun masalah sikap penulis merasa sedikit penasaran dengan sikap seperti apa yang diharapkan oleh sebuah perusahaan baik kontraktor atau yang lain.
Dan jika ingin membandingkan antara penulis hari ini dan lima tahun kedepan. Maka harapan penulis lima tahun kedepan adalah dalam segi pengetahuan bisa lebih meningkat terutama ilmu lapangan yang kurang. Dan keterampilan kita sebenarnya juga adalah hasil dari pengaruh pengetahuan yang telah kita dapatkan ketika di lapangan. Jadi antara ilmu dan keterampilan adalah hasil dari penerapan ilmu di lapangan akhirnya menjadi sebuah keterampilan kita. Untuk sikap bisa jadi disiplin adalah hal yang paling penting dalam bekerja.
Upaya kita saat ini dalam mencapai itu semua adalah dengan bekerja keras. Dan kita diharapkan bisa mengatasi banyak masalah yang bakal terjadi nantinya. Karena sebenarnya tujuan kita disini adalah memperbaiki taraf hidup banyak orang, baik ketika kita membangun gedung, jembatan atau bendungan. Semuanya tidak lepas dari memperbaiki kehidupan masyarakat di sekitar bangunan tersebut supaya bisa menjadi lebih baik.
Jika kita mau menilik kondisi saat ini, kita adalah seorang agen perubahan yang dimana tidak mudah mengemban amanah menjadi seorang mahasiswa dan setelah itu menjabat sebagai “Mantan Mahasiswa”. Sebenarnya bukan hanya kita yang dapat menilai diri kita namun masyarakat pun akan menilai kita. Dan itulah tantangan kita, bagaimana kita bisa mencitrakan seorang engineer atau mahasiswa yang bisa bermanfaat bukan hanya tuk diri kita sendiri tapi juga bagi masyarakat di sekitar kita.
Salah satu bidang dalam dunia teknik sipil adalah manajemen proyek, yang dimana kita diharapkan bisa menjadi tumpuan tuk memanage sebuah proyek mulai dari proses awal perencanaan sampai akhir konstruksi. Karena sebenarnya memanage sebuah proyek itu tidak bisa kita mempelajarinya secara instan, namun perlu pengalaman yang banyak sehingga butuh bertahun-tahun dalam mempelajarinya. Tapi tidak menutup sebuah kemungkinan bahwa seorang mahasiswa yang fresh graduate tidak bisa mempelajarinya, karena sebenarnya ilmu project manager itu telah dimulai sejak kita masuk kuliah.
Perencanaan yang baik adalah awal menuju kesuksesan, begitu kata orang bijak. Dan jika gagal merencanakan maka kita telah merencanakan sebuah kegagalan. Lima tahun kedepan sebenarnya harapan penulis adalah bisa kuliah lagi (S2) tanpa atau dengan beasiswa, dan berusaha mencari di luar negeri. Dan selama masa penantian itu penulis berharap bisa bekerja di dalam suasana kerja yang mendorong penulis tuk mendapatkan ilmu yang banyak, sehingga bisa menjadi bekal nantinya.
Selama lima tahun itu cita-cita tertinggi penulis di dalam sebuah proyek tidaklah muluk-muluk, karena sadar bahwa sebuah jabatan dalam proyek itu tidaklah ditentukan oleh ilmu saja namun juga pengalaman di lapangan tentang bagaimana mengatasi sebuah masalah tersebut. Jadi menjadi seorang Site Engineer sudah cukup bagi penulis, karena jika menjadi project manager sepertinya belum pantas (jika kita melihat dalam pengerjaan proyek-proyek diatas 1 milyar).
Lalu bagaimana kita dalam mencapai harapan kita dalam lima tahun tersebut? Caranya adalah dengan menganalisis diri kita melalui sebarapa banyak pengetahuan atau ilmu kita, kemudian keterampilan apa saja yang bisa didapatkan untuk mencapai harapan itu, dan yang terakhir adalah sikap yang seperti apa yang mendorong kita. Dimulai dari kita hari ini sampai ketika telah mencapai lima tahun kedepan.
Penulis hari ini adalah seorang yang bisa dikatakan kurang berpengalaman dalam mengerjakan sebuah proyek, karena job terakhir penulis hanyalah seorang pengawas lapangan sebuah pembangunan jembatan. Maka dalam penanganan masalah atau problem baik di lapangan atau di kantor masih dirasa kurang. Jadi baik ilmu dan skill di lapangan masih kurang, namun masalah sikap penulis merasa sedikit penasaran dengan sikap seperti apa yang diharapkan oleh sebuah perusahaan baik kontraktor atau yang lain.
Dan jika ingin membandingkan antara penulis hari ini dan lima tahun kedepan. Maka harapan penulis lima tahun kedepan adalah dalam segi pengetahuan bisa lebih meningkat terutama ilmu lapangan yang kurang. Dan keterampilan kita sebenarnya juga adalah hasil dari pengaruh pengetahuan yang telah kita dapatkan ketika di lapangan. Jadi antara ilmu dan keterampilan adalah hasil dari penerapan ilmu di lapangan akhirnya menjadi sebuah keterampilan kita. Untuk sikap bisa jadi disiplin adalah hal yang paling penting dalam bekerja.
Upaya kita saat ini dalam mencapai itu semua adalah dengan bekerja keras. Dan kita diharapkan bisa mengatasi banyak masalah yang bakal terjadi nantinya. Karena sebenarnya tujuan kita disini adalah memperbaiki taraf hidup banyak orang, baik ketika kita membangun gedung, jembatan atau bendungan. Semuanya tidak lepas dari memperbaiki kehidupan masyarakat di sekitar bangunan tersebut supaya bisa menjadi lebih baik.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar