Kamis, 24 Oktober 2013

Pengertian Analisis Pareto

Analisis Pareto adalah teknik statistik dalam pengambilan keputusan yang digunakan untuk pemilihan sejumlah tugas yang menghasilkan efek keseluruhan yang signifikan. Ia menggunakan Prinsip Pareto (juga dikenal sebagai aturan 80/20) gagasan bahwa dengan melakukan 20% dari pekerjaan Anda, dapat menghasilkan 80% dari keuntungan melakukan seluruh pekerjaan. Atau dalam hal peningkatan kualitas, sebagian besar masalah (80%) diproduksi oleh beberapa penyebab utama (20%). Paham kagak gan???
Ane pertama kali baca gak mudeng juga, tapi akhirnya paham. Jadi gini lho, ketika ada sebuah pekerjaan (kita anggep pekerjaan dari awal hingga akhir adalah 100%, baik dalam hal teknis pelaksanaan dan waktu) maka kita cukup mengerjakan 20% dari 100% tersebut. Loh, ko cuma 20%???

20% ini punya syarat, yaitu harus harga tertinggi atau pelaksanaannya paling membutuhkan harga yang mahal. Nilai Prinsip Pareto untuk seorang manajer proyek adalah hal itu digunakan untuk mengingatkan pada Anda untuk fokus pada 20% dari hal-hal penting. Hal yang Anda lakukan selama proyek adalah hanya fokus pada 20% yang benar-benar penting. Ada tujuh langkah untuk mengidentifikasi penyebab penting menggunakan Analisis Pareto:
1. Membentuk tabel daftar penyebab dan frekuensi mereka sebagai persentase.
2. Mengatur baris dalam urutan penurunan pentingnya penyebab, yaitu penyebab paling penting atau paling mahal pertama.
3. Tambah kolom persentase kumulatif ke tabel.
4. Plot dengan penyebab persentase sumbu x dan kumulatif pada y-axis.
5. Gabungkan dengan poin di atas untuk membentuk kurva.
6. Plot (pada grafik yang sama) grafik batang dengan penyebab pada frekuensi sumbu x dan persen pada sumbu-y.
7. Menarik garis pada 80% pada y-axis yang sejajar dengan sumbu x. Kemudian drop baris pada titik persimpangan dengan kurva pada sumbu x. Ini titik pada sumbu x memisahkan penyebab penting pada penyebab kiri dan kurang penting di sebelah kanan.
image
Pada gambar diatas nampak bahwa garis merah (garis 80 terletak pada sumbu Y, sedangkan garis 20 terletak pada sumbu X) jika diambil garis tegak lurus maka akan mendapatkan nilai. Dan dari nilai yang didapatkan itulah nantinya akan dimasukkan pada rumus analisa pareto di bawah ini. Nilai dari grafik tegak lurus analisa pareto 80 adalah kira-kira 42, sedangkan nilai dari grafik tegak lurus analisa pareto 20 adalah kira-kira 56.
Maka :
ΔX =  42 - 20 = 22 %
ΔY =  80 - 56 = 24 %
Jika :
ΔY  < ΔX  = 20 % + ΔY 
ΔY  > ΔX  = 20 % + ΔX 
Hasilnya =
ΔY  > ΔX  = 20 % + 24
= 24 %
= 24 % x 12
= 2.88 3 Item pekerjaan
Perhitungan diatas terdapat dua rumus, yang dimana jika ΔY < ΔX maka menggunakan rumus pertama, sedangkan jika ΔY > ΔX maka menggunakan rumus kedua. Setelah melalui proses grafik dan perhitungan rumus pareto, maka didapatkan hasil 3 item pekerjaan. Maka kita cukup konsentrasi pada 3 hal tersebut dengan harga prosentase tertinggi.
Demikian, Salam Ridgid

4 komentar:

  1. Muhammad Yusuf Khadafi2 Oktober 2014 pukul 08.58

    Halo saya boleh tau sumber rumus di atas dari mana ya? mohon di reply, sedang ada keperluan penelitian dengan menggunakan hukum pareto. terima kasih
    kalau bisa di email dhafidrim@gmail.com

    BalasHapus
  2. saya dapat rumus itu dari beberapa referensi ketika mengerjakan skripsi di kampus...

    BalasHapus
  3. Muhammad Yusuf Khadafi7 November 2014 pukul 20.12

    boleh tau referensi yang dimaksud itu darimana yah? apakah ada bukunya atau jurnal?

    BalasHapus
  4. Boleh tau Pak referensi terkait perhitungan di atas?

    BalasHapus