Jumat, 11 Oktober 2013

Derita Mahasiswa Tingkat Akhir Politeknik

Setelah berhibernasi sesaat, kini akhirnya saya kembali mengunjungi dinding blog ini. Tak terasa kerinduan mencekam di hari-hari tanpa menulis di blog (le-buy euy). Kali ini saya akan bercerita tentang sebuah drama yang cukup menyedihkan. Ok, mari kita mulai dengan Basmallah……
Suatu saat ada seorang mahasiswa yang tlah berada diujung tanduk sebuah skripsi. Hingga suatu saat dia tlah mengajukan sebuah judul yang lumayan biasa dan tak terlalu sulit tuk dikerjakan. Namun ternyata itu semua salah, karena tidak sesuai dengan prediksi. Tahukah kenapa, ternyata data skripsi itu harus ditambah menjadi 3 sampel.
Yaks, kita tau bahwa satu obyek saja sudah cukup menyita waktu dan tingkat kerumitan yang sangat luar biasa. Apalagi dengan ditambah menjadi 3 sampel.
Kemudian sang mahasiswa ingin masih terus lanjut tanpa menghiraukan tingkat kesukaran dan kerumitan tersebut. Hingga suatu hari dia mulai merasa pening luar biasa, itu disebabkan oleh lembur selama hampir 2 minggu. Itupun belum setengah yang dikerjakan. Situasi itu diperparah dengan batas waktu ujian yang sudah mepet. Perasaan putus asa akhirnya menimpa sang mahasiswa, dan terminal satu semester. Namun dalam satu semester itu dia masih bisa maju ujian skripsi, tapi tetap harus membayar biaya satu semester.
Skip, langsung 3 bulan kemudian.

Rabu, 24 April 2013

Akhwat Yang Terpenjara

Tulisan kali ini akan saya awali tentang sebuah cerita seorang wanita atau seorang akhwat. Menceritakan bahwa pada masa muda perempuan ini hijrah dari tanah kelahirannya menuju Kota Jakarta untuk melamar sebuah pekerjaan.
Dulu sekitar tahun 90-an masih banyak orang yang mencari pekerjaan melalui media surat kabar. Setelah mencari pekerjaan yang pas dia lingkari salah satu lamaran di surat kabar tersebut dan segera melayangkan sebuah surat lamaran pekerjaan. Singkat cerita berangkatlah dia ke Kota Jakarta, lebih tepatnya Kota Bekasi. Dengan menaiki sebuah kereta api, diantar oleh sanak famili, dan tentunya sejuta impian tentang penghidupan yang layak.  Setibanya disana ia kemudian langsung diterima di sebuah perusahaan garmen (saya lupa posisinya di bagian apa).
Dengan diterimanya di perusahaan tersebut maka otomatis dia harus tinggal di Bekasi. Dan akhirnya dia hanya pulang ke kampung halaman setiap hari besar Idul Fitri. Ada sebuah perubahan besar yang dirasakan oleh keluarga, bahwa dulu dia hanya memakai pakaian atau jilbab kecil yang biasa saja sekarang jilbabnya memanjang dan besar. Suatu kali saat pulang kampung ada oleh-oleh yang dibawanya untuk adik dari kakaknya yang tercinta, yaitu kaos hitam yang bergambar seorang mujahiddin Osama Bin Laden. Biasanya setiap pulang kampung dia biasa memberikan angpao kepada adiknya ini uang sebesar Rp.50.000,00 atau Rp.100.000,00. Sudah lumayan besar tuk seorang anak kecil umur 17 tahun pada tahun 2000-an. Dia memberikan sambil mengoyak-ngoyak rambut adiknya ini.

Sabtu, 02 Maret 2013

SHIRAH NABAWIYAH PERIODE DAKWAH SIRRIYAH

GOLONGAN PERTAMA
Setelah pada mulanya Rasulullah mendapatkan wahyu dan diperintah untuk menyeru kepada umatnya oleh Malaikat Jibril. Maka yang dilakukan oleh Rasulullah adalah berdakwah kepada kerabat dan yang paling dekat dengan beliau. Itulah kenapa muncul-lah sebutan As-Sabiqunal-Awwalun, Orang pertama yang beriman dengan Rasulullah dan memeluk Islam ialah isteri Beliau, Khadijah r.ha, kemudian sepupu Rasulullah, Ali r.a, Kemudian diikuti pula oleh bekas hamba Beliau, Zaid bin Haritsah. Kemudiannya Abu Bakar as-Siddiq r.a.. Dari Abu Bakar1 kemudian masuk islam Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah. Hamba sahaya3 yang mula-mula sekali memeluk Islam ialah Zaid bin Haritsah dan Bilal bin Rabah al-Habsyi. Mereka semua masuk islam secara sembunyi-sembunyi, Rasulullah SAW menemui mereka dan mengajarkan agama islam dengan sembunyi dan perorangan. Wahyu diturunkan secara sedikit-sedikit, lalu berhenti sejenak setelah Surat Al Muddatsir. Ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu sangatlah menawan dan lembut sesuai dengan iklim yang juga lembut pada saat itu. Karakteristik ayat-ayat yang diturunkan pada saat itu pada adalah mengenai sanjungan menyucikan jiwa dan celaan mengotorinya, berisi ciri-ciri surga dan neraka yang seakan-akan nampak didepan mata, sehingga terkesan membawa orang-orang mukmin dibawa ke dunia lain yang tidak ada di dunia pada saat itu (Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri), dan menfokuskan pada Aqidah (Manhaj Haraki). Perbaikan Aqidah pada saat itu adalah yang paling penting karena ideology kaum kafir telah mendominasi kehidupan manusia, selain itu karena perbaikan dan pembinaan aqidah yang benar harus dilakukan dengan tenang, hanya aqidah yang benar yang mampu memancarkan ibadah dan perilaku yang benar. Semua itu Rasulullah lakukan dirumah Arqam bin Abi Arqam

Jumat, 01 Februari 2013

6 Bulan Penuh Hikmah

Semua ada hikmahnya… Begitulah kata orang,.
Semenjak hari itu, seakan ku disuruh belajar lebih tentang arti hidup, dimana sesaat ku berpikir lebih tentang semua itu…
Kini ku mengerti tentang beratnya step by step dalam kehidupan,.
Belajar tentang bagaimana saling mengerti akan tetangga, belajar tentang bagaimana mengatasi masalah keluarga yang saling tak harmonis, belajar tentang kepura-puraan pribadi, belajar menguatkan orang lain walau diri hancur, dan memahami bagaimana sulitnya hidup dalam keluarga setelah menikah… Disinilah ku melihat semua itu.
Ada cerita tentang tetangga kamar yang sering mabuk hingga memukul tetanggaku yang lain hingga babak belur, kisah tentang sang istri yang tetap setia walau sang suami sering mabuk dan memukuli dia, ada cerita tentang anak ibu kost yang sering judi hingga semua harta ibu kost habis gara-gara anaknya tersebut, ada pula seseorang yang punya pacar dan demi pacarnya ini dia selalu menghabiskan uang gajinya setiap bulannya, ada pula cerita seseorang yang skripsinya belum selesai tapi dia terlalu meremehkannya hingga jatuhlah dia, dan masih banyak cerita disini.

Selasa, 29 Januari 2013

MPKD2

Ada yang tau apa MPKD2??? Jika belum tau itu adalah sebuah singkatan dari Mukhoyam Pandu Keadilan Dasar 2. Jika kalian jeli pasti merasa ada yang aneh dengan singkatan tersebut… Yapz, itu adalah salah satu sarana tarbiyah dari sebuah partai politik di Indonesia. MPKD2 itu diperuntukkan bagi semua Kader Muda PKS, yang dimana dalam PKS itu sendiri terdapat beberapa jenjang ke anggotaan. Kader muda dalam PKS itu sebenarnya masih dikatakan kader pendukung dan belum menjadi kader inti {http://pk-sejahtera.nl/about/}. Namun dalam kenyataan di lapangan sarana tarbiyah yang tlah diberikan, dirasakan oleh kader muda sungguh sudah sangat bermanfaat. Apalagi nantinya jenjang yang lebih tinggi, hehe. Jadi pengen naik jenjang ^^
Let’s BaCk To Our tOpIc. MPKD2 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena dilaksanakan oleh DPW (biasanya dilaksanakan oleh DPD). Raaaammmmeeee, itu yang tersaji dalam MPKD2 kemarin. DPW membagi menjadi 3 cluster yg dilaksanakan di 3 daerah berbeda, yaitu Tuban, Blitar, dan Lumajang. Dan kemarin saya berkesempatan ikut di daerah Lumajang. Di Lumajang sendiri yang ikut terdiri dari beberapa DPD kota dan kabupaten di Jawa Timur, yaitu Malang Raya (paling banyak orangnya ni, hehe), Pasuruan, Bangil, Batu, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember dan tentunya Lumajang.